Experiences

Cerita Pengalaman Kerja Praktek (Intern) di PT. Chevron Pacific Indonesia

Tuesday, July 28, 2020

Tangki penyimpanan surfaktan di Minas Field (Sumber: indonesia.chevron.com)


Pengalaman?? Ini based on my true story berarti yaa. Mulainya dari mana ya, hm. Dari 1 hari sebelum intern aja deh.

Tepatnya pada 15 April 2018. Jadi, ini kan hari dimana semua mahasiswa/i yang ditempatkan di Riau dikumpulkan di kantor HRD Rumbai, Pekanbaru, Riau. Sebenarnya aku baca pengumumannya tidak detail, jadinya salah paham. Pikirku ditanggal sekian cuma antar berkas saja. Kisahnya tu pada 3 hari sebelumnya aku lagi ada urusan di rektorat kampus (tepatnya lagi di lantai 3). Handphone aku berdering, terus aku lihat ternyata yang nelfon panggilan dari nomor telephone kantor gitu. Aku kira ini dari Bank yang nawarin nasabah supaya ikutan kuis berhadiah umroh gitu kan, aku abaikan. Terus ternyata nelfon lagi, aku angkat. Ternyata yang nelfon HRD Chevron Rumbai, wqwq.

  • Ibu HRD : Assalamu’alaikum, selamat pagi! Apakah ini dengan Fitri Sri Rahayu? Saya dari HRD Chevron di Rumbai.
  • Me : Wa’alikumussalam, Pagi bu! Iya bu. (ekpresi kaget)
  • Ibu HRD : Bagaimana, Fitri? Apakah tidak jadi Intern? Mohon konfirmasi secepatnya, karena jika tidak jadi bisa tidak dilanjutkan pengurusannya.
  • Me : Jadi bu, jadi bu. Maaf, bu. Rencanaya hari ini baru mau konfirmasi ke ibu.
  • Ibu HRD : Saya kira, Fitri tidak jadi. Mengingat karena ditempatkan di Duri. Apakah bisa ke Rumbai sekarang?
  • Me  :Bisa bu, in syaa Allah.

Selanjutnya jumpai ibunya, pengurusan file dan ttd berkas disana. Kemudian ibunya bilang, jangan lupa ya besok kesini lagi bawa berkas asli persyaratan intern kemarin. Esok paginya aku kesini lagi, ditemanin sahabat kecil aku yang kebetulan tinggal di Rumbai, karena lagi kuliah di PCR. Btw, ini cuacanya mendung loh. Rintik-rintik gerimis gitu. Belum lagi waktu masuk gate, lama pemeriksaannya haha. Ditanya-tanya terus sama satpamnya (karena sahabat aku ni pakaiannya serba hitam gitu, terus pake cadar juga). Dicurigai dan pandai-pandai kita ngomonglah. Duh, panjanglah ceritanya haha.

(Sumber: Google)


Setiba di kantor HRDnya, aku dan sahabat aku isi absen dan lain-lain. Kemudian langsung menuju keruangan ibu HRDnya, ternyata ga ada dong ibunya. Kami tunggu sampai 30 menitan. Ibunya ga kunjung datang. Terus kata sahabat aku “Letakkan aja berkasnya dimeja ibuk”, “Yaudah deh” pikirku. Dan setiba aku dirumah, ibunya telfon aku lagi dong. Ibunya heran, kenapa aku ga ikut pelatihan (semacam pemberitahuan SOP perusahaan, dll). Kemudian aku disuruh ke rumbai saat itu juga.

(Sumber: Google)


Dan kalian tau gak? ga rugi sebenarnya ga ikutan pelatihan sama mahasiswa/I lainnya tu, karena aku ikut pelatihannya sendiri doang diruangan yang besar, wkwk. Aku kayak di layani gitu (karena sendiri). Kemudian aku dikasih Pass Card, buku absen, dan form-form lainnya.  Keesokannya, aku disuruh datang ke tranportasi BUS di CPI. Tapi aku tolak, karena aku ke Duri pake motor. Dan ibu ini perhatian, ibu ni bilang “Sama siapa?” aku jawab “sendiri, bu”, “Ya Allah, bahayo loh. Hati-hati yaa Fitri”. Hihi, malu-malu aku habis tu, haha.

(Sumber: Google)

Tidak cukup pengurusan file di Rumbai, di Duri disuruh isi form lagi, dan ttd juga di kantor HRD Duri. Ini Bersama mahasiswa/i lainnya dari kampus yang berbeda-beda. Kemudian kami diantar menggunakan mini bus ke masing-masing department berdasarkan background jurusan di kampus. Setiap department kami singgahi, dan satu-persatu mahasiswa intern di bus berkurang. Hingga saatnya aku tiba di department Operation and Maintenance of Laboratory. Iya, ini department dimana aku akan melakukan Intern selama 1 bulan. Agak bingung awalnya, karena ini tu kan laboratorium (biasanya basicnya tu lebih ke Kimia). Tapikan background IT itu ada dimana-mana, haha. Cukup sedikit klise disini, karena merasa kayak kurang pantas, takut ngecewain, takut gak bisa, karena awal lihatnya aja pengawainya tu kalau kerja serius kali dan fokus. Aku pikir “Aduh orang ni ngeri x haha”.

Kedisiplinan itu sangat diterapkan x disini. Masuk kerjanya aja jam 7:00 a.m. Aku dengar pegawai kontraktornya tu bilang kalau ada di antara mereka itu yang rumahnya jauh. Bahkan ni ya,  partner Intern aku aja yaitu abang Daniel, tinggalnya di Rangau ujung gitu. Wah, bersyukur sebenarnya karena rumah aku dekat dengan PT.CPI (lewat belakang rumah, lurus dikit, terus nyebrang, belok kanan, belok kiri dan sampai deh, haha). Tapi jujur ni ya, biarpun dekat tapi aku lumayan ada beberapa kali dekat. Bukan karena aku bangun kesiangan, tapi karena aku selalu stuck di Gate-nya. Bayangin ni ya, yang masuk gate itu banyak x pegawainya karena jam masuk kerja kan. Mereka sih lancar aja ya, karena kan pegawai. Lah aku? cuma anak magang. Banyak pertanyaan yang dilontarkan satpam ke aku, biarpun aku udah kasih tunjuk “Pass”, tapi tetap aja kadang ada beberapa satpam yang nanya KTM (kartu tanda mengemudi), SIM, dll. Tapi ada juga kadang satpam yang ngebolehin masuk ketika aku hanya tunjukin “Pass” aja.

Setiap pukul 07:00, kami selalu meeting terlebih dahulu sebelum masuk keruang masing-masing (disini lebih bahas tentang apa yang terjadi kemarin, apa yang diperlu diperbaiki, apa saran-sarannya kedepan, solusi akan masalah itu apa). Tapi ini lebih ke safety ya, karena motto Chevron itu “Safety first”.

Safety First!

Hari pertama intern, aku diajak berkenalan dengan pegawai diruangan mereka masing-masing. Dikenalin laboratory itu apa, apa kerjanya, apa yang dikerjakan, bagaimana prosesnya, kemana hasilnya akan diberikan, dll. Ini lebih ke kimia sih, seperti ini heavy oli, ini ruangan full AC agar cairannya konsisten suhunya. Yah, aku seperti Chemistry Engineering disini karena aku tu pakai baju lab, sarung tangan, kaca mata lab, dan sebelum masuk harus di steril dulu. Haha seru lah pokoknya, tapi sayangnya ga sempat foto (karena terlalu excited dengan setiap sudut ruangan yang dijajahi).

Seperti yang diawal aku ceritakan, mereka kalau kerja ya kerja. kalau istirahat ya istirahat. Bahkan ni ya, rajin lagi shalatnya. Jadi, jam istrahatnya itu ada 2 (pukul 9.30 dan 12:00). Pukul 9:30 ini biasanya dimanfaatkan untuk sarapan, bahkan banyak yang memanfaatkannya untuk shalat dhuha (Terlebih Manager di department ini (posisi tertinggi), rajin kali dhuhanya maa syaa Allah).

Tidak heran kalau bapak ini bisa sampai di posisi ini. Btw ya, bapak ini kalau saya boleh menilai merupakan tipikal orang yang tidak akan berhenti sebelum benar-benar tuntas. Jadi waktu pukul 16:00. Ini merupakan jam pulang, aku ga sengaja lewat diruangan bapak. Aku lihat pegawai semua udah pulang, hari ini kebetulan aku agak lama selesainya karena beres-beres sama partner diruangan belakang. Dan aku kaget gitu, karena pintu ruangannya terbuka dikit, terus lihat bapak kok belum pulang, Kalian tau gak? bapak masih kerja😊. Aku duduk di pos satpam laboratory sambil nunggu partner aku balek karena mau diantar sampai gate. Dan ternyata udah pukul 16:40 bapak belum keluar juga dong. Wah begitulah ya orang yang benar-benar bekerja.

While we were having lunch!

Panjang kali sebenarnya ceritanya, tapi intinya tu ya intern disini itu emang benar-benar merubah karakter kita, tentang kedisiplinan, kebiasaan kita yang suka menunda-nunda, dan belajar bertanggung jawab dengan apa yang sudah dipercayakan ke kita, mengatur waktu, berinteraksi dengan orang, cara menyampaikan pendapat, sikap menerima perbedaan pendapat, dan belajar memanfaatkan waktu yang ada, professional dalam bekerja. Seperti kata salah satu pegawainya: “Jangan terlalu stress, enjoy!”.

Dokumen berisi profil aplikasi yang harus dibaca

Tapi disini tidak melulu soal kerja, kadang ada event makan bersama. Biasanya kalau memasuki bulan Ramadhan, seluruh pegawai di department ini pergi ke ruangan meeting yang letaknya di dekat department lain. Perginya bersamaan di dalam bus sambil bercandaan, karena ada santapan Kesehatan (tentang kiat-kiat menjaga stamina selama puasa, dll).

Talked about safety during Ramadhan


Tips Keselamatan Bulan Ramadhan

Oh iya, aku mau berterimakasih buat sahabat aku dari zaman SD yaitu Yarsyidah wahyuni (yrwahyuni.blogspot.com/ ig=@yrwahyuni) yang sudah nemanin aku ngantarin berkas ke HRD Rumbai (bolak balik hujan-hujanan), sampai bertapa pula dikostnya bersama anaknya Prili (kucing), dan bahkan di masa-masa terakhir Intern pun, beliau masih setia menemankan daku. Sampai seikhlas-ikhlasnya dia bawak motor dari Rumbai ke Minas (lewat jalan rahasia), karena mengantarkan aku minta TTD ke pembimbing yang kebetulan saat itu ditempatkan di Minas Laboratory. Wah, sampai di Gate Rumbai pun lagi lagi kami di stop kan, karena sahabat aku yang baik ini tidak membaca aturan ketika mengendarai motor di Kawasan complex Chevron (Maximum speed motor = 10km/jam, dia bawak dengan speed 50km/jam dong 😊). Satpam minta KTM (Kartu Tanda Mengemudi), dia kasih KTM (Kartu Tanda Mahasiswa😊).

Sekian ah. Semangat meraih mimpi, yaa!

Experiences

Cerita Pengalaman Menjadi Delegasi Indonesia pada Asia World Model United Nations II di Thailand

Thursday, June 27, 2019

AWMUN Logo (Sumber: Google)


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Sebenarnya ini semua tu berawal dari hobi aku yang sejak SMA suka sama browsing, baca blog-blog orang yang kira-kira bisa memotivasi, seperti students exchange, volunteer, fellowship, program gratis kursus di kampung inggris Pare-Pare, beasiswa-beasiswa S2, LPDP, trus blog-blog kakak-kakak yang kuliah di Luar Negeri. Bikin iri dan memacu diri sendiri untuk ingin juga seperti itu hehe. Aku juga suka baca hal baru seputar kehidupan daerah terpencil, masalah kesehatannya gimana, lingkungannya seperti apa, apa hal-hal yang membuat tempat mereka itu menjadi tempat yang sangat terbelakang. Itu aku suka aja, kayak dapat mengetahui “oh ternyata mereka seperti ini” gituuu, trus kayak jadi manusia yang lebih bersyukur, ya Allah ternyata ada banyak orang yang kehidupannya lebih susah dan menyulitkan dari aku. So having many the points are.

Di AWMUN (Asia World Model United Nations, yang artinya “Simulasi Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)”), aku dapat infonya dari teman-teman di Instagram, di website juga ada cuman aku ngga peduli wkwk karena lihat sekilas doang, gabaca detail. Trus, aku buka deh kan websitenya, aku lihat ini acara apa, goalsnya apa, visi dan misinya apa. Ternyata Maa Syaa Allah, ini acara bagus banget untuk kalian-kalian yang ingin berkontribusi untuk negara-negara di dunia, artian kontribusi disini itu maksudnya, kalian dikasih kesempatan untuk ikut serta menyumbangkan ide, gagasan, masalah, apa yang mengganjal dan solusi dari masalah yang ada untuk negara-negara di dunia kedepannya. Dan ini bukan hanya beberapa negara saja yang ikut serta menyumbangkannya, tetapi ada 72 negara dari penjuru dunia. Kebayang nggak? pasti beda-beda dong isian ide dikepala setiap orang. Menghargai pendapat setiap orang berdasarkan referensi yang nyata tentu sangat diterapkan disini. Ternyata, delagasi-delegasi disini sangat pintar-pintar, mereka sangat antusias dan working hard untuk having critical thinking. Jadi kepacu deh untuk menyamakan kepintaran dengan mereka. Walaupun tetap aja ngga sama-sama wkwk.

Oke, setelah mengetahui goals-nya apa. Aku buat Essay mengenai kontribusi seperti apa yang ingin aku lakukan yang berhubungan dengan topik mereka, alasan kenapa pengen ikut acara ini, trus kira-kira apa solusi yang aku punya. Tentunya aku jadi harus banyak baca referensi, harus sinkronkan dengan visi, dan misi acara ini. Kebetulan topiknya itu tentang Refugees, Climate Change. Nah, kan aku suka sama hal-hal yang berbau cerita susah, menderita, bencana gitu. Jadilah aku buat essay-nya, aku jatuhnya kayak curhat di essay itu, seolah-olah aku berada diantara mereka (refugees) wkwk.

2 minggu setelahnya tadaaaa.. email masuk dari AWMUN II.

Acceptance Letter


Hal selanjutnya, aku baca prosedurnya seperti apa dan apa lagi harus yang kerjakan dan pengurusan hal-hal lainnya. Trus dikasih group’s link sosial media Line untuk delegasi-delegasi yang keterima. Diskusi dengan delegasi lain, dan kemudian keluar pengumuman Council Allocation. Sempat lama juga nih aku dapatnya, karena aku registrasinya H-1 penutupan 😊. Dikontak-kontakkin Committee nya secara berulang-ulang, eh tetap belum dapat juga wkwk. Eh tenyata, ada teman ngabarin, sebut saja namanya Frisca, ngabarin kalau aku sudah dapat council. Aku langsung buka website, lihat Council Allocation Delegate, scroll down terus, baru deh nama aku ada, yaitu di council United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) dan partner aku Floren Agustin Chaar Mindaa (orang Filipina) dengan representing country of Montenegro. Sempat mikir “duh kok dapat orang Filipina”, soalnya teman aku dapat partner sama-sama orang Indo. Tapi bia se lah wkwk. Aku cari kontak dia di group khusus UNHCR, eh gaada kontaknya. Ya Allah ini orang kemanalah ya. Aku santai aja dulu, karna deadline pengiriman Position Paper masih lama wkwk, udah gitu aku lagi sibuk-sibuknya sama Tugas dan Ujian Akhir Semester di kampus. Terus beberapa hari kemudian, aku mulai panik nih, ya Allah ini orang kalau ngga ketemu-ketemu kontaknya, buat position paper sendiri dong aku, ngga cukup waktunya karna saat itu lagi sibuk-sibuknya dengan tugas kuliah dan Ujian Akhir Semester, sementara untuk membuat Position Paper sendiri itu harus pahami negara Montenegro, tentang Refugees, High Mobility of Climate Change, Bangladesh, Kutupalong, blablabla, dari sekian banyak referensi yang ada, hanya boleh cantumin dikit doang, dan ini tentunya benar-benar main solutions, dan main ideas.

After a long day, aku dapat kontaknya, langsung samperin “WOIII, kama se ang?” hehe canda. Aku kirimpun sebenarnya nggagpapa, kan dia ngga ngerti wkwk. Jadilah dia balas dan kemudian kami berkenalan. Tenyata dia lagi sibuk nugas juga, jadilah lah kami ngga buat-buat position paper-nya, udah 1 minggu mau deadline, ni orang muncul teman-teman. Ok baiklah, diskusi Panjang dan akhirnya selesai.

H-2 hari H
Dari Pekanbaru-Thailand tanggal 29-30 Jan, transit di KLIA2 (Malaysia). Tiba di Don Mueang International Airport (Thai) kira-kira jam 9 pagi. Istirahat bentar, terus nungguin teman dari Bandung, selanjutnya ke Penginapan. Ya Allah, ingin ku tidur merebahkan badan ke kasur, karena perjalanan keluar negeri selama 2 hari itu melelahkan teman-teman.
Flied to Bangkok

Got Breakfast from the Airline, but I ate at Don Mueang Airport :D
Sampai di penginapan jam 3 sore (jamnya sama kok kayak di Indo), padahal Opening Ceremony AWMUN II nya jam 6 sore 😊 Niatnya mau rebahan dikit, eh gabisa. Karena, siap” mau mandi, makan, bongkar” koper, dll.

Welcome

On the way to lodging

Opening Ceremony Day

Sewaktu tiba, maa syaa Allah ramenya budak-budak-ni. Ada yang putih sangat, hitam sangat, ikal sangat, tinggi sangat, cakep-cakep. Antusias kali lah intinya wkwk. Trus jumpa sama delegasi dari Indonesia juga yang dari Jakarta, Medan, Kalimantan, Bandung, Lombok, dll (hamper setiap kota di Indo mungkin ada, kecuali Papua kalau ngga salah). Ekpresinya tuh kayak “Wahh, orang Indo ya?” langsung akrab beberapa detik setelahnya, sharing ig, dan kontak wa. Padahal kalau di Indo mungkin jumpa biasa aja wkwk. Penat bercerita, tentunya mulai ngantri nih untuk ambil Name Tag.
Registration AWMUN Delegate

Name tag
Setelah itu Opening Ceremony bentar lagi akan mulai, dan kemudian masuk ke ruangan yang super besar. Anyway, aku telat masuknya wkwk akibatnya kebingungan deh, ya Allah teman aku mana mana? Bingungkan luu!. Telat  karena keasikan cerita sama orang Africa Selatan, wah dia baik banget, aku promosiin Indonesia tentunya, khususnya Riau, kapan lagi kan hehe. Aku ada berfoto sama dia, cuman pake HP dia, aku lupa namanya siapa, karena susah gitu disebutin, jadinya aku gabisa cari kontaknya digrup dan ngga ada deh foto dengan doi 😊dan Opening Ceremony AWMUN II dimulai.

Opening Ceremony

Had dinner
Aku 1 meja sama orang Indo, China, dan Filipina. Pengen banget 1 meja sama orang Thailand sebenarnya, biar bisa belajar bahasa Thailand (hanya greeting) dan nanyain oleh-oleh paling murah dimana hihi. Tapi apalah daya, mereka itu laris banget teman-teman, ga pernah sendiri, pasti aja diajak cerita terus sama delegasi” lain yang mungkin mau nanya” juga. Ahh sudahlah. Selesai opening, makan-makan, trus bahas-bahas buat besok (Meeting Session), habis tu pulang ke penginapan.

Meeting Session

Mulainya jam 08.00 pagi. Setibanya disana, ternyata delegasi-delegasi sudah bersiap” di tempat duduk mereka masing-masing bersama partner-nya. Lah, aku bingung partner aku dimana ya. Dari sekian banyak allocation country yang stand by di atas meja. Banyak banget dah, harus diliatin satu-satu. OMG it’s so lazy to do it by looking for that one by one ☹. Aku minta tolong Committee cariin Allocation Country Montenegro itu mejanya dimana. Ok! I get it! Begitu ditunjuk sama committee, “He is your partner”. Haaa? Him? Begitu lihat, ya ampun beneran laki ternyata, kirain cewek. Yaudah deh gakpapa. Aku langsung duduk, kenalan-kenalan dengan partner, dengan teman sebelah kiri (kebetulan cewek, namanya Theresia. Orang Filipina). Mau kenalan juga dengan teman sebelahnya, tapi gak deh, udah fokus duluan soalnya dia sama committee yang berdiri didepan hehe.

Representing the different country

Ok! Session Meeting di Mulai….

Ini nih acara intinya!! Disini itu ngebahas tentang yang aku sebutkan di awal tadi. Memberi-memberi resolusi, berdebat, harus satu pemikiran dengan partner dengan berlatar belakang berdasarkan allocation country masing-masing, bener-beneran harus berfikir kritis, karena setiap pendapat yang kita ajukan, itu bakalan disanggah dengan yang tidak sependapat dengan kita. Nah disini, kamu tu jadi lebih belajar buat mempertahankan pendapat diri sendiri dengan referensi yang kuat dan contoh dari pendapat kamu itu sudah diterapkan dinegara-negara sebelumnya, dimana telah menunjukkan hasil yang baik. Kamu tidak boleh beragumen berdasarkan “Menurut aku, blabla” hehe, jangan yaa. Ingat! Berdasarkan allocation country masing-masing. Misal: “Montenegro thinks blabla…” ini pun gak boleh sembarangan juga, kan tetap harus referensi dari negara itu sendiri! Nah, itu makanya, waktu membuat Position Paper, kita tu sangat di anjurkan untuk betul-betul memahami, mengumpulkan sumber-sumber terpercaya, dan menyaringnya hingga menjadi yang sebenar-benarnya main solutions!! Jangan kaget ya, kalau perdebatan yang kita lakukan itu malah gak ada habis-habisnya, selalu saja ada hal-hal secuil apapun rasanya ingin banget dikupas, dan segera dituntaskan. Apalagi bule-bule suka sangat dengan masalah. Sampai-sampai committee kewalahan dan bilang “Time is over” berkali-kali, itupun masih ada juga delegate yang masih debat dan beragumen. Look! So exiceted they were.

Aku kasih tau ya, temanya itu tentang “Addressing the crisis of high mobility of displacement towards Rohingya Refugees caused by Climate Change problem in Kutupalong, Bangladesh” ini tema berlaku untuk council UNHCR saja, karena setiap council itu beda-beda temanya tapi tetap mengacu kepada satu hal yaitu Climate Change.

Untuk pembahasan mengenai temanya ntar deh ya di blog satu lagi, sekalian ntar dikasih hasil discussion council UNHCR mengenai tema tersebut, trus solusinya apa-apa saja untuk mengatasinya. Panjang soalnya kalau disini, beneran 😊

Closing Ceremony!

Closing ceremony biasanya identik dengan pesta-pesta kali yaa? Hehe ga dong.. disini lebih ke pertunjukkan/pengenalan budaya masing-masing disetiap negara dengan menampilkan tarian, nyanyian, dancing, drama, dll. Berhubung ada banyak negaranya, maka yang di-perfom kan itu hanya beberapa, karena kalau semua ditampilkan, ya kaliii… kapan kelarnya ni closing ceremony hihii. Setiap negara yang tampil/dipilih untuk perfom itu awalnya yang maju ke panggung beberapa orang (orang-orang yang telah buat kelompok, dan telah diseleksi kelompok mana yg dipilih untuk perform mewakilkan negara masing-masing).  Waktu itu yang pertama kali perform itu Indonesia, kalian tau ngga? Ruangan yang sebesar itu aja penuh, banyak delegasi, committee juga, camera-man, belum lagi pakaian yang digunakan delegasi itu ada yang kembang roknya, kayak Princess. Oh iya, aku belum kasih tau.. di closing ceremony itu kita semua para delegasi wajib menggunakan baju daerah negara masing-masing. Kebayang gak? Indonesia aja baju daerahnya banyak sangat jenisnya, ini 72 negara :”) ada yang aneh, unik, lucu, cantik, SubhanAllah. Oh iya, aku juga lihat baju tradisional eonni-eonni dan oppa-oppa disini, ternyata orang Korea aslinya cantik sangat ya, putihnya bersih. Mau talking all anythings about dengan delegasi Korea kemarin karna kebetulan meja dinner dia dengan aku dekatan, mau ngomong “Annyeonghaseyo”, tapi ngga deh hehe.

Ok. Back to Indonesia! Ketika nama Indonesia yang terpanggil pertama kali untuk perfom, ada beberapa delegasi asal Indonesia yang maju untuk menampilkan tarian dari beberapa daerah. Seketika disebutkan “Indonesia”, aku dan delegasi-delegasi Indonesia yang lagi di out of the room sedang mengabadikan momen (soalnya kalau mengabadikan momennya setelah acara, itu pasti rame. Kalau sekarang masih sepi, karena semua delegasi di dalam ruangan closing ceremony. Dan ternyata, orang Indonesia semua yang mengabadikan moment tsb wkwk, memang ya Indonesia ni cerdik).

To take pictures here, everybody should wait in line



Kemudian, jalan-jalan cepat dong kitanya untuk lihat, dan nabrak-nabrak orang yang berdiri wkwk agar bisa lihat dari paling depan, wah suasananya rame sangat (pada closing ceremony semua delegasi bergabung, beda dengan opening dan meeting session dimana para delegasi dibagi menjadi 2 tempat).


Closing Ceremony

Enjoy the performances

Delegasi Indonesia semua teriak wkwk ketika dipanggil pertama kali untuk perfom, so happy we were. Setelah tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, kemudian menyanyikan lagu “Tanah Air”. Seketika suasana mellow.. ingat Indonesia, ingat orang tua, karib kerabat, dan semuanya (ya ampun alay, pdhl baru 3 hari di negeri orang wkwk), dan ngerasa aku udah buat apa aja ke Indonesia, ternyata aku tu belum ada kasih apa-apa ke Indonesia, ngga ada melakukan kontribusi apa-apa.. delegasi-delegasi Indonesia pada mendekat kepanggung, ada yang nangis, terharu. Aku? Ya ngga lah wkwk. Aku tetap berdiri di posisi aku, videoin mereka :D aku ngga naik panggung. Melihat mereka begitu antusiasnya, jadi berasa bahwa mereka itu (Indonesia) ialah orang-orang kita. Disini, kita hanya punya mereka. Kalau di Indonesia itu seperti keluarga di rumah, tapi kalau di Thailand, merasa mereka itulah keluarga rumah. Ibaratnya, tempat ngadu kalau terjadi apa-apa disana. Wkwk

Indonesian movie
They are a delegate to a different country


 Setelah menampilkan performance dari beberapa negara, selanjutnya yaitu pemberian awarding to delegate yang terpilih dengan berbagai jenis kriteria awarding. Seperti: Best Delegate, Best Position Paper, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, dan Best Cultural Performance. Setiap council itu delegasinya dapat penghargaan yang sama. Tentunya, ini diperoleh oleh delegasi-delegasi yang working hard, prepared, dan sangat aktif dalam session meeting.

Awarding
Aku? Alhamdulillah, saat ini belum Allah kasih.. mungkin in another program hihi.
Teman-teman.. keberhasilan seseorang yang kita lihat wah enak banget ya dia, bisa gitu, dapat ini dan itu. tidaklah seperti apa yang kita fikirkan. Bisa jadi disaat kita lagi santai-santainya, senang-senang, tidur-tiduran. Disaat itulah dia sedang bersusah payah, entah belajar, usaha atau apa. Dia ambil waktu senang-senangnya untuk tetap bersusah payah. Demi apa? Demi kesenangan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya! Jadi, jangan menganggap sepele keberhasilan seseorang, ada banyak kisah pilu dan luka didalamnya😊

Ok! Sekian kisah aku menjadi delegasi Indonesia di Asia World Model United Nations II di Bangkok, Thailand. Semoga dapat menambah wawasan, pelajaran, rules-nya, dan lebih membangkitkan semangat teman-teman mungkin ada juga yang mau ikutan, atau yang masih ragu-ragu ikut apa engga. Wassalamu’alaikum warahmatullah, see u all😊
pictures



Experiences

Cara Melamar Kerja Praktek di PT. Chevron Pacific Indonesia

Monday, June 24, 2019


Marker (Sumber: Google)



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Hai teman-teman semua, apa kabar? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat wala’afiat serta selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ‘ala.. Aamiin yaa rabbal ‘alamiin. Nah, di blog kali ini aku mau bercerita sedikit tentang “Cara Melamar Kerja Praktek ke PT. Chevron Pacific Indonesia”. Banyak banget ni yang nanya (eh, lumayan sih wkwk).
“Pit, gimana kok bisa magang disana?”,
“Pit, Apa aja Persyaratannya?”
 “Pit, Pake orang dalam ya?”
“Kak, Ribet ngga kemarin ngurusnya?”
“Kak, harus full time yaa, gabisa dong sambal kuliah?” dll......

Di PT. Chevron Pacific Indonesia itu memberikan peluang kepada mahasiswa/i dari seluruh Indonesia untuk dapat merasakan pengalaman kerja secara nyata. Seperti, pengalaman berbaur dengan rekan sesama kerja (teman se-KP), orang-orang yang terlibat dlm bekerja (Staff dan Atasan”), disiplin waktu, profesional dalam bekerja, dan belajar meminimalisasi resiko (keamanan).

CPI menerima mahasiswa/i KP dalam setahun ada 4 kali. Kalau di CPI itu Namanya “Batch”. Jadi, ada batch 1, batch 2, batch 3, dan batch 4.
Batch 1 = Februari – Maret
Batch 2 = April – Mei
Batch 3 = September-Oktober
Batch 4 =November - Desember


Lama KP nya adalah selama 1 Bulan. Kecuali TA, itu diberi waktu 2 bulan. Tidak boleh lebih dan kurang. Kalau sudah mengambil KP, maka tidak diperbolehkan mengambil TA. Cukup pilih salah satu, tidak boleh merangkap. Waktu itu, aku tanyain alasannya ke HRD?  Beliau jawab, karna yang ingin merasakan pengalaman KP/TA disini itu banyak, kalau misalnya kamu lagi yang apply di KP dan TA, kasihan dong teman-teman kamu yang lain juga mau. Jadi, kasih kesempatan ke banyak mahasiswa/i agar dapat merasakan pengalaman “gimana nih KP/TA di chevron” gitu.

(1 & 2 hanya untuk mahasiswa/i yang domisili di Riau)
1. Datangi kantor pusat HR Training Sevices nya di Rumbai, Pekanbaru, Riau.
2. Mintak form persyaratan KP/TA ke HR Training Sevices nya. Sama kok persyaratannya untuk seluruh Indonesia. Berikut formnya:


Prosedur Pendaftaran Kerja Praktek PT. CPI
Form ini in syaa Allah masih sama kok dengan persyaratan yang sekarang.

4. Info tambahan: Kamu scan semua dokumen persyaratannya, kemudian kirim ke email knowledge@chevron.com. Karena aku sudah pernah menemui beliau di HR-Training Services Rumbai, maka di email aku tidak perlu mengenalkan diri lagi. Untuk kamu yang tidak mendatangkan diri secara langsung menjumpai beliau, alangkah baiknya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Ingat ya, pesan nya bersifat formal.
Pengiriman Berkas Persyaratan

5. Setelah mengirim semua dokumen melalui email, ada baiknya kamu selalu menghubungi HR-TS nya. Dengan cara meng-email secara berulang-ulang untuk menanyakan sudah sejauh mana permohonan yang sudah kamu kirim.
Menghubungi HR-TS
6. Setelah dinyatakan LULUS, maka hardcopy persyaratannya diantar kealamat HR-Training Service di kota tempat kamu akan melakukan magang. Nah, kalau aku di Rumbai, Pekanbaru, Riau (Lihat alamat lengkap di form persyaratan).
Acceptance Confirmation of Chevron

Pengumuman Penerimaan
Hal ini berlaku untuk mahasiswa/i yang ditempatkan di Riau. Pengantran berkas bersamaan dengan Training KP/TA, yaitu pelatihan seputar mengenai SOP selama melaksanakan KP/TA. Disini kamu bertemu dengan mahasiswa/i dari berbagai kampus di Indonesia. Ada dari UI, UGM, ITB, UNPAD, UNRI, Univ Makassar, USU, UB, UNSRI, Univ malikul Shaleh, banyak deh yang lain aku lupa. Tapi ini tergantung apakah kamu mendaftar di batch yang sama dengan mereka.


7. Setelah Training KP/TA seputar SOP selesai, nanti bakal dibagiin Pass, yaitu Pass untuk memasuki Gate Chevron. Karena ada hal-hal tertentu dimana tidak semua orang bisa masuk Gate. Waktu mendapatkan Pass, itu Maa Syaa Allah senangnya, berasa sudah jadi The Real Employee :D
Pass Practical Trainee Student PT. CPI
8. Waktu di permohonan proposal yang aku ajukan. Aku mencantumkan bahwa aku ingin KP nya di Rumbai (biar memungkinkan untuk aku ke kampus yang kebetulan di Pekanbaru, karena sebetulnya aku dalam keadaan mengambil banyak matakuliah di semester itu). قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ, aku di tempatkan di Duri.
Konfirmasi Lokasi/Penempatan

Jadi ini seperti ngga bisa ditebak, kamu bakalan KP dimana walaupun sudah buat diproposal lokasi yang kamu inginkan. Karena ini tergantung dengan keberadaan Mentor yang bersedia membimbing kamu. Ini aja aku sudah bersyukur banget bisa di Duri, coba kalau aku ditempatkan di Kalimantan atau Jakarta. Karena di CPI itu ada 3 lokasi di Indonesia, yaitu: Sumatera Operation = Riau (Rumbai, Duri, Minas),  Jakarta, dan  Kalimantan. 

 9. Setelah mengikuti Training pengenalan SOP Chevron, maka satu hari sebelum pelaksanaan KP, kamu bakal disediain BUS untuk menuju ke lokasi dimana kamu KP. Ini berangkatnya serentak dengan seluruh mahasiswa/i yang ditempatkan di Riau. Contoh, aku ditempatkan di Duri. Maka aku 1 BUS dgn mahasiswa/i yang 1 lokasi dengan aku. Begitu juga dengan Minas, dan Rumbai. Ntar kamu bakal di kasih kok, alamat Terminal BUSnya. Dan ini masih di komplek Chevron. 

10. Begitu kamu tiba dilokasi, kamu pulang dulu ke rumah/kost /wisma. Karna, Chevron tidak menyediakan tempat tinggal. Syukur-syukur kalau kamu punya teman anak Duri, bisalah kamu numpang selama 1 bulan. Kalau gak? Ya kamu nge-kost dong. Hehe


11. Di hari H, kamu ke HR-Training Services lokasi kamu. Disini kamu bakal dikasih pengarahan lagi, TTD dokumen, dll.
12. Selanjutnya, kamu bakal diantar ke lokasi titik kamu melaksanakan KP yang sebenarnya. Ada di Department of Fire, IT, Electrical, Machine, Laboratory, Main Office, dan lain-lain.


 13. Setibanya kamu di tempat tsb, maka kamu akan berjumpa dengan wajah-wajah yang bakal kamu temuin selama 1 bulan penuh.

 14. Setelah selesai KP, kamu wajib mengantarkan Pass, laporan KP, dll ke HR-Training Services.
Pengumuman Pengantaran Laporan KP ke HR-T
Oh ya, KP/TA di Chevron itu kamu bakal digaji loh dan dikasih Sertifikat yang dikirim langsung dari Kantor Pusat Chevron di Jakarta. Dan disini KP/TA nya full time ya, ngga bisa KP/TA sambal kuliah. Karna jam kerja KP/TA nya sama dengan jam kerja Practical Trainee Students, yaitu dari hari Senin-Jum’at (masuk pukul 07.00 – 16.00). Oiya, disini tu kalau dibilang masuknya jam 07.00, itu artinya beneran emang jam 07.00, gaada ngaretnya. Karena, mereka itu jam 06.45 udah hampir datang semua. Usahain jangan datang telat yaa, ntar bakal malu, beneran. Soalnya kelihatan dengan sangat jelas siapa yang telat. Gakpapa deh, anggap saja kamu flashback zaman SD, masuk jam 07.00 udah tengteng, dan disini jam 07.00 udah tettt lansung meeting sebelum mulai kerja.

Best luck of your studies 😊




Popular Posts